Abhiddhamma Pitaka


Kitab suci Abhidhamma Piṭaka


Menurut catatan sejarah, Abhidhamma Pitaka adalah suatu kitab yang baru resmi tertuliskan pada Muktamar (sanghayana) keempat yang diselenggarakan di Aluvihara, Sri Lanka pada tahun 83 Sebelum Masehi. Pada mulanya, kitab ini dituliskan pada lembaran-lembaran daun lontar. Sedangkan bahasa yang digunakan adalah bahasa Pali (Magadha). Namun beberapa tahun kemudian telah terdapat pula Abhidhamma Piṭaka yang ditulis dalam bahasa Sinhala,Devanagari, Myanmar, Thai, Inggris dan lain-lain.

MAHANITILOKADHAMMA 2012



TARI PATACCARA DARI STIAB JINARAKKHITA

Suttavibhanga

227 PATIMOKKHA SIKKHAPADA – PERATURAN KE-BHIKKHUAN

(Sumber : Navakovada,
Oleh : HRH The Late Supreme Patriarch Prince Vajirañãnavarorasa,
Alih Bahasa : Bhikkhu Jeto, Penerbit : Yayasan Dhammadipa Arama, Jakarta 1989)
Peraturan-peraturan ke-Bhikkhu-an yang ditentukan oleh Sang Buddha (Sikkhapada) meliputi :
  1. Yang ada didalam Patimokkha.
  2. Yang tidak ada dalam Patimokkha.

Vinya Pitaka

Vinaya Pitaka


Aturan-aturan disiplin yang disusun dalam dua himpunan berdiri sendiri, yang kemudian mendapat penambahan.

l Suttavibhanga.

Penggolongan pelanggaran dalam delapan kelompok dimulai dengan empat aturan parajika mengenai pelanggaran-pelanggaran yang dapat menyebabkan seorang bhikkhu dikeluarkan dari Sangha. Pelanggaran-pelanggaran ini meliputi pelanggaran seks, pencurian, pembunuhan dan pembujukan untuk membunuh diri, kesombongan palsu akan kemampuan gaib diri sendiri.
Aturan-aturan ini berjumlah 227. Seluruhnya sama dengan peraturan-peraturan Patimokkha yang diucapkan pada pertemuan Uposatha dari Sangha. Bagian ini dilanjutkan dengan Bhikkhuni-suttavibhanga, suatu rangkaian aturan untuk para bhikkhuni.

Kemasyarakatan Umat Buddha


Buddha Parisaddho
BUDDHO PARISADDHO
(Kemasyarakatan Umat Buddha)

I.                    Susunan Masyarakat Buddhis
a.       Skema (menyusul)
b.       Dari sudut pandang kelembagaan masyarakat buddhis terdiri dari 2 kelompok (parissa). Hal ini dijelaskan dalam Anguttara Nikaya III, 178 sebagai berikut:
1.       Kelompok masyarakat yang meninggalkan hidup keduniawian (bhikkhu/bhikkhuni Parissa)
2.       Kelompok masyarakat awam yang hidup berumah tangga atau duniawi (Upasaka-Upasika Parissa)
c.      Kemasyarakatan umat Buddha bukanlah sistem kasta tetapi di dasarkan pada kedudukan sosial masing-masing

II.                    Upasaka-Upasika
a.       Pengertian Upasaka-Upasika
Seperti yang telah dijelaskan di atas Upasaka-Upasika ialah penganut ajaran Buddha yang mempraktikkan 5-8 sila. Untuk laki-laki disebut Upasaka, untuk wanita disebut Upasika. Ada pula pengertian Upasaka-Upasika secara harfiah ialah siswa-siswi yang berjubah putih yang duduk di dekat guru. Hal ini berkenaan dengan mimpi Petapa Gotama di Hutan Uruvela pada saat menjelang pencerahanNya sewaktu masih menjadi seorang Bodhisatta.
b.      Syarat-syarat menjadi Upasaka-Upasika
Untuk menjadi Upasaka-Upasika dengan baik tergolong menjadi 2:
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 yasavadhano |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.